Kajian Rabu: Inspirasi Karier dan Kehidupan dari Teh Inayah
Kajian Rabu (22/01/2025) di SMA Muhammadiyah kali ini
menghadirkan Teh Inayah Alumni SMA Muhammadiyah Cipanas Angkatan 2022. Dalam
sesi yang penuh inspirasi tersebut, teh Inayah berbagi kisah dan pengalaman
hidupnya yang menggugah semangat para siswa. Topik pembahasan meliputi
pentingnya berprasangka baik kepada Allah, melawan rasa overthinking (OVT),
hingga membangun target dan pencapaian dalam kehidupan.
Dalam perjalanan hidupnya, Teh Inayah merasakan banyak
momen luar biasa yang mengajarkannya untuk selalu berprasangka baik kepada
Allah. Ia menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan kesempatan kuliah tanpa
melalui tes, bahkan hingga belajar ke luar negeri. “Setiap hal yang terjadi
dalam hidup ini, baik itu menyenangkan ataupun tidak, pasti memiliki hikmah
dari Allah. Kita sebagai hamba-Nya harus percaya dan terus berusaha yang
terbaik,” ujar Teh Inayah.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah cara
mengatasi overthinking (OVT), yang sering menjadi penghambat rencana hidup.
Menurutnya, overthinking bukanlah akhir dari segalanya, tetapi tantangan yang
harus dihadapi dengan bijak. “Terkadang kita merasa takut terhadap apa yang
belum terjadi, padahal Allah sudah menyiapkan jalannya. Mulailah membangun
lingkungan positif dan relasi yang mendukung, karena energi iman kita akan
terbangun di sana,” jelasnya.
Teh Inayah juga memberikan pandangan tentang
pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas, terutama bagi siswa SMA. Ia
menekankan agar siswa kelas X dan XI menetapkan target nilai serta tujuan
setelah lulus nanti. “Cobalah bertanya pada diri sendiri: mau kemana setelah
ini? Jangan hanya menjalani kehidupan tanpa arah. Pastikan ada pencapaian yang
bisa bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun teman-teman,”
katanya. Sebagai langkah awal, ia memberikan contoh sederhana, seperti mencatat
materi yang diajarkan guru di kelas, mereviewnya secara rutin, dan melatih
kemampuan public speaking.
Dalam kesempatan itu, Teh Inayah juga mengajak para
siswa untuk melakukan refleksi diri. Ia menyebutkan bahwa cara kita berpikir
dan memandang hidup sangat memengaruhi tindakan kita. “Mindset yang kita miliki
akan mengendalikan diri kita. Maka dari itu, penting untuk mengubah pola pikir
negatif menjadi positif. Rasa takut terhadap kegagalan bisa diatasi dengan
terus memperbaiki diri dan membangun privilige, baik untuk diri sendiri,
keluarga, maupun lingkungan sekitar,” ujarnya dengan tegas.
Di akhir sesinya, Teh Inayah mengingatkan para siswa
bahwa hidup tidak hanya tentang mengejar tujuan pribadi, tetapi juga memberikan
manfaat kepada orang lain. Ia berharap pengalaman dan kisah hidupnya dapat
menjadi inspirasi bagi para siswa untuk lebih semangat meraih cita-cita,
menghadapi tantangan, dan terus percaya kepada rencana Allah. (/admin)
Komentar